Pendekar Mata Keranjang: Pewaris Pusaka Hitam "Muridku! Kalau tokoh-tokoh silat berani menyabung nyawa demi kitab dan kipas kedua ciptaan Empu J…
"Aku berhasil....," serunya dalam hati. Tanpa pikir panjang lagi Aji segera meloncat kembali. Kini menuju tonjolan batu berangka sembilan. …
"Kamaratih, tujuanku kemari mencari anakku. Namanya Panjalu. Di lehernya ada tahi lalat hijau sebesar uang logam," ujar Mata Malaikat membe…
Dunia persilatan geger ketika terbetik berita tentang adanya sebuah lembaran kulit Naga Pertala di Bukit Siluman. Segenap tokoh persilatan berusaha m…
Dewi Tengkorak Hitam melangkah maju, kemudian lingkarkan tangannya pada pinggang Dewa Maut, dan rapatkan dadanya pada tubuh si pemuda. "Beberapa…
"Mereka semua akan kujadikan Laskar Dewa! Pembantu-pembantu setia Dewa Maut yang akan selalu mengiringi langkah tuannya!" ujar Dewa Maut se…
Kau telah digelari orang dengan sebutan Pendekar! Kalau di hatimu masih ada rasa gentar pada orang yang jelas menebar maut di mana-mana, kusarankan p…
"Prabangkara! Yang kau lihat sekarang ini adalah rohku! Dan mungkin telah ditakdirkan, rohku belum bisa tenang bersemayam sebelum aku menyampaik…
"Hmm.... Kau begitu terkesima dengan pemuda itu! Dia kekasihmu...?!" tegur Ratu Sekar Langit penuh nada cemburu. Ajeng Roro, yang memang te…
Ketegangan itu pun pecah! Di bawah pimpinan Malaikat Berdarah Biru, para iblis yang bersekutu itu mengamuk membabi buta. Pertarungan pun tak terhinda…
"Pendekar Mata Keranjang! Siapa pun yang membebaskan mu dari totokan itu, segala ilmunya akan punah dalam waktu tiga ratus enam puluh lima hari.…