Telkomsel Gunakan AI untuk Jaringan Efisien dan Layanan Cerdas

Telkomsel sedang memperluas penerapan kecerdasan buatan (AI) yang tidak hanya berfokus pada pelanggan, tetapi juga dalam meningkatkan efisiensi operasional di dalam perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat transformasi digital dan menyediakan layanan yang lebih canggih di berbagai lini bisnis.
"Tujuan utama kami bukan hanya membuat AI hadir di tangan semua pelanggan, tetapi juga menggunakannya untuk kebutuhan internal," ujar Ronald Limoa, VP Technology Strategy and Consumer Product Development, Telkomsel, saat berbicara dalam acara Ruang BacaAI for Indonesia 2025, Kamis (23/10), di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.
Ia menjelaskan bahwa AI kini digunakan oleh Telkomsel untuk berbagai kebutuhan internal, mulai dari otomatisasi rapat hingga pengelolaan jaringan. Contohnya, proses notulensi kini tidak lagi dilakukan secara manual karena telah didukung sistem AI yang mampu mencatat dan merangkum secara otomatis.

Selain itu, AI juga membantu Telkomsel dalam memantau kondisi jaringan secara real-time. Saat terjadi suatu event di suatu daerah, sistem AI dapat menganalisis kebutuhan kapasitas jaringan dan menyesuaikan secara otomatis. Hal ini memastikan kualitas layanan tetap optimal meskipun ada lonjakan pengguna.
Ronald juga menyebutkan bahwa AI digunakan untuk mendukung efisiensi energi. Perangkat jaringan bisa diatur agar menurunkan konsumsi daya pada malam hari di area dengan aktivitas rendah.
"Jika kita memikirkan masalah sustainability, misalnya di daerah seperti Jalan M.H. Thamrin atau Jalan Jenderal Sudirman, pasti akan banyak orang pada siang hari. Kami menyalakan perangkat, awalnya kapasitasnya besar, tapi pada malam hari, kami tidak perlu mematikan manual, cukup mengurangi kapasitasnya," tambahnya.
Dari sisi pelanggan, Telkomsel menggunakan AI untuk memperkuat keamanan siber. Sistem cerdas ini mampu mengenali potensi ancaman atau kebocoran data sejak dini, serta mencegah pengiriman informasi sensitif yang tidak aman.

Telkomsel telah mengembangkan berbagai layanan berbasis AI, salah satunya adalah Veronica, asisten virtual yang mampu menjawab pertanyaan pengguna hingga menampung keluhan pelanggan. Sejak diimplementasikan, jumlah pelanggan yang datang langsung ke gerai Telkomsel untuk komplain disebut menurun hingga 80%.
"Kami melakukan dua inisiatif. Pertama, Veronica, yang membuat pelanggan yang sebelumnya datang ke toko untuk komplain berkurang sekitar 80%. Karena mereka bisa bertanya kepada AI, bahkan kami punya data," ujar Ronald.
Ia menegaskan bahwa Telkomsel tidak hanya membuat produk, tetapi juga solusi yang dibutuhkan oleh pelanggan. Solusi tersebut akan terus berubah sesuai dengan tren dan kebutuhan pelanggan saat ini maupun di masa depan.
Gabung dalam percakapan