Tiga BUMN Raksasa Siap Go Public, Termasuk Perusahaan Konglomerat

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa sampai saat ini ada tiga calon perusahaan dengan aset besar yang sedang menunggu giliran untuk melakukan pencatatan saham pertamanya atau initial public offering (IPO).

Kepala Eksekutif Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengungkap bahwa salah satu perusahaan milik pengusaha besar Tanah Air akan melakukan pencatatan di BEI pada paruh kedua tahun 2025. Namun demikian, dia tidak bersedia memberikan informasi lebih lanjut tentang sektor usaha perusahaan tersebut.

"Ada (perusahaan IPO dari sebuah konglomerat), saya tidak tahu jumlahnya," ujar Iman di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/7).

Kepala Evaluasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menyebutkan bahwa secara keseluruhan ada empat perusahaan yang sedang menunggu proses pendaftaran saham di BEI. Klasifikasi aset perusahaan berdasarkan ketentuan POJK Nomor 53/POJK.04/2017.

Sebuah perusahaan yang berada dalam proses pengembangan memiliki ukuran menengah dengan total aset berkisar antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Selanjutnya, ada tiga perusahaan lain yang termasuk kategori besar dengan nilai aset melebihi Rp 250 miliar. Sementara itu, perusahaan berskala kecil atau memiliki aset kurang dari Rp 50 miliar tidak sama sekali terdapat dalam daftar tersebut.

"Sejauh tanggal 1 Agustus 2025, sudah ada sebanyak 22 perusahaan yang mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan total dana yang berhasil dikumpulkan senilai Rp 10,39 triliun," demikian tulis Nyoman dalam laporan tersebut, seperti dilaporkan pada hari Senin (4/8).

Ini adalah daftar perusahaan yang sedang menunggu proses penawaran saham perdana (IPO) berdasarkan bidang industri mereka:

2 perusahaan di bidang bahan baku

0 perusahaan dari sektor konsumer siklikal

0 perusahaan dari sektor konsumer non siklikal

0 perusahaan di bidang energi

1 sebuah perusahaan di bidang keuangan

0 perusahaan di bidang kesehatan

0 perusahaan di bidang industri

0 perusahaan di bidang infrastruktur

0 perusahaan di bidang properti dan jasa kekayaan negara

0 perusahaan di bidang teknologi

1 sebuah perusahaan di bidang angkutan dan pengiriman barang

Pipeline Rights Issue

Selain itu, Nyoman mengungkapkan bahwa sampai tanggal 1 Agustus 2024 sudah ada 10 perusahaan yang melakukan penerbitan right issue dengan jumlah total sebesar Rp 16,62 triliun. Menurutnya, masih tersedia empat perusahaan lain yang berada dalam proses pengajuan right issue di Bursa Efek Indonesia. Berikut rinciannya menurut sektor:

2 perusahaan di bidang bahan baku industri

0 perusahaan di bidang konsumen yang bersifat siklis

0 perusahaan di bidang kebutuhan pokok yang tidak bergantung pada kondisi ekonomi

0 perusahaan di bidang energi

0 perusahaan di bidang keuangan

1 sebuah perusahaan di bidang kesehatan

0 perusahaan di bidang industri

0 perusahaan di bidang infrastruktur

1 sebuah perusahaan di bidang properti dan pengembangan real estat

0 perusahaan di bidang teknologi

0 perusahaan di bidang angkutan dan pengiriman