Fomo Kibarkan Bendera One Piece, Rumah Warga Tuban Disambangi Aparat
RB NEWSSebuah rumah milik seseorang tiba-tiba dikunjungi oleh petugas gabungan setelah dia mengibarakan bendera One Piece. Ia mengklaim bahwa ia tidak berniat untuk melecehkan siapa pun.
Sebelum perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80, fenomena bendera One Piece tiba-tiba menjadi trending di media sosial. Penggunaan bendera One Piece pada rumah maupun kendaraan sekarang semakin marak dilakukan oleh warga.
Salah satu di antaranya ialah A (26). Dia adalah penduduk Kelurahan Kerek, Kabupaten Tuban.
Tiba-tiba datang petugas gabungan setelah dia berkibar-berkibar bendera One Piece di rumahnya. Dia kemudian segera memberikan penjelasan tentang niat dan tujuannya.
A mengaku bahwa ia hanya ikut-ikutan tren yang sedang populer di TikTok. Di samping itu, ia memang memiliki ketertarikan terhadap animasi One Piece.
"Pertama-tama alasannya hanya karena FOMO, ikut-ikutan tren di TikTok, dan juga menyukai anime tersebut," katanya, dilansir dari Tribun Jatim.
Dia bahkan tidak pernah membayangkan bahwa tindakannya malah akan dihadapi secara serius oleh tim gabungan. Petugas yang datang ke rumahnya merupakan warga dari Polsek, Koramil, pihak kecamatan, desa, serta intel Kodim.
Tidak menyangka akan dihadiri sebanyak itu oleh pihak berwajib." "Kaget karena jumlah aparat yang datang sangat banyak." "Saya tidak menduga ada begitu banyak petugas hadir." "Bahkan saya kira nggak sampai semacam ini jumlahnya para aparat yang datang." "Pas kejutan, ternyata banyak banget orang-orang berseragam yang muncul.
"Bendera tak angkat bendera pada hari Jumat siang, lalu malamnya tak Turun saja karena perasaanku sudah tidak nyaman. Ternyata benar, pagi-paginya ada yang mencariku," kata A.
Petugas juga tidak menjelaskan secara rinci mengapa pengibaran bendera One Piece dilarang. Namun A mengimbau semua orang agar tidak melakukan hal yang serupa.
"Kesimpulannya jangan selalu diperlihatkan jika ada teman-teman yang lain ingin menunjukkan, tidak perlu," tegasnya.
Menjelang perayaan HUT ke-80 RI, masyarakat tengah dihebohkan dengan pengibaran bendera One Piece. Fenomena pun semain masif jelang 17 Agustus.
Dilansir dari Kompas.com, anggota DPR dari Farksi Partai Golkar, Firman Soebagyo turut menyoroti fenomena tersebut. Ia bahkan menyebut hal itu sebagai salah satu simbol perlawanan kepada pemerintah.
Di samping itu, dia juga menganggap tindakan ini sebagai contoh penurunan pemahaman akan idiologi bangsa. Sekaligus menjadi penghasut yang membahayakan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. (*)
Gabung dalam percakapan