Siapa Bekingan Menkeu Purbaya? Ini Jawaban Jujur Elly Husin, Terungkap Alasannya Berani
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Hadir di Program 'Orang Penting' Garuda TV
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi hadir sebagai bintang tamu dalam program televisi 'Orang Penting' yang tayang di Garuda TV. Acara ini dipandu oleh Elly Husin, seorang presenter sekaligus Pemimpin Redaksi Garuda TV. Dalam sesi wawancara tersebut, Elly Husin berkesempatan menanyakan berbagai hal kepada Menkeu Purbaya.

Elly Husin memulai perbincangan dengan memuji kepopuleran Menkeu Purbaya meskipun baru beberapa bulan menjabat. "Baru sebulan kok sudah seterkenal ini sih bapak?" tanya Elly Husin. Menkeu Purbaya mengaku tidak tahu alasan mengapa ia begitu terkenal, tetapi ia mengucapkan terima kasih kepada teman media yang dinilainya telah banyak membantu.
"Saya juga nggak tahu, padahal belum ngapa-ngapain. Mungkin teman-teman wartawan banyak yang bantu saya, yaudah nggak papa," ujarnya.
Elly Husin juga bertanya tentang siapa bekingan yang dimiliki Menkeu Purbaya hingga ia begitu berani berbicara di depan publik. "Itu bapak ada yang beking memang? Karena dibeking sama Pak Prabowo Waktu itu?" tanya Elly Husin. Menkeu Purbaya menjawab bahwa dirinya tidak memiliki bekingan seperti yang sering dituduhkan orang.
"Nggak ada," jawabnya. Namun ia menjelaskan alasan mengapa ia berani berbicara di depan publik. Menurutnya, hal ini karena ia tidak memiliki agenda politik, sehingga tidak peduli jika ucapannya bisa memicu gesekan politik.
"Hanya saya bilang, saya hanya bertanggungjawab ke RI 1, yang lain saya nggak peduli. Saya nggak punya ambisi politik. Saya rasa hal-hal yang saya omongin adalah hal yang harus diucapkan ke publik, karena itu adalah norma yang benar," ungkap Purbaya.
Menkeu Purbaya juga menegaskan bahwa tujuannya adalah menyejahterakan semua kalangan, bukan memaksimalkan keuntungan pribadi. "Prinsip saya kan betul, saya tahu ekonomi dengan betul. Tujuannya kalau saya kan social optimizer bukan profit maximizer. Kalau ekonom seperti saya kan menyejahterakan semuanya, kalau bisnisman kan profit maximizer menguntungkan diri sendiri," tambahnya.
Hubungan Menkeu Purbaya dengan Luhut Binsar Pandjaitan
Menkeu Purbaya juga menjelaskan hubungannya dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Ia menegaskan bahwa hubungan profesionalnya dengan Luhut tetap harmonis. Pernyataan ini disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan terkait alasan dirinya tidak bertegur sapa dengan Luhut selama sidang kabinet paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta.
Dengan nada santai, Purbaya menjelaskan bahwa jarak antara kursi mereka cukup jauh, sehingga tidak mungkin untuk berteriak memanggil nama Luhut. "Kan jauh (jarak) berapa kursi, masak (saya bilang teriak) Pak Luhut, Pak Luhut," ujarnya sambil tertawa.
Meski demikian, ia memastikan bahwa hubungan profesionalnya dengan mantan atasannya tersebut tetap terjaga dengan baik. "Tapi baik hubungan saya sama dia. Enggak ada masalah," tambah Purbaya.
Duduk Berdekatan Tapi Tidak Saling Sapa
Dalam pelaksanaan sidang kabinet, Menkeu Purbaya duduk pada satu baris yang sama dengan Luhut Pandjaitan, yakni di sisi timur Istana Negara. Keduanya hanya dipisahkan oleh dua kursi yang ditempati Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selama sidang kabinet berlangsung, Luhut dan Purbaya tidak saling menyapa. Purbaya justru sempat berbincang akrab dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani yang duduk di samping kirinya. Keduanya bahkan tampak sesekali tertawa lepas ketika mengobrol.
Sementara itu, Luhut sempat bertegur sapa dengan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang duduk di sampingnya.
Sejarah Kerja Sama dengan Luhut
Sebelum menjabat sebagai Menkeu di Kabinet Merah Putih, Luhut bukan sosok yang asing bagi Purbaya. Keduanya bahkan menjadi rekan kerja dengan status Luhut sebagai atasan Purbaya di era pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Pada Maret 2015, Purbaya ditunjuk sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden (KSP) yang saat itu dipimpin oleh Luhut Pandjaitan. Selanjutnya, Purbaya kembali bekerja dengan Luhut saat atasannya itu berpindah tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam). Purbaya saat itu diberi tugas sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menko Polhukam.
Ia sempat dipindah tugaskan ke Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi sebelum akhirnya kembali bekerja dengan Luhut sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi. Jabatannya lalu dinaikkan menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Baru-baru ini, Purbaya dan Luhut menjadi sorotan publik lantaran komentar keduanya yang dianggap saling bertentangan saat merespons sejumlah isu. Misalnya soal isu pendirian family office yang diusulkan oleh Luhut. Menkeu Purbaya menilai bahwa family office tidak perlu didanai oleh APBN. Secara tidak langsung, ia berpandangan bahwa family office sebaiknya didanai oleh yang menyampaikan konsep awal lembaga tersebut, yakni Luhut.
Gabung dalam percakapan