SBR014 Ludes Terjual Rp3,9 T, Investasi Rp1 Juta Dapat Bunga 6,35%

RB NEWS.CO.ID – JAKARTA. Penawaran Surat Berharga Negara (SBN) jenis Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR014 mendapat respon bagus dari investor. Sudah lebih dari Rp 3,9 triliun dana masyarakat yang tercatat untuk pemesanan investasi SBR014. Berikut cara pemesanan SBR014 dengan modal investasi minimal Rp 1 juta.
SBR014 mendapatkan respons yang baik dari para pemodal pada tahap awal peluncuran. Hingga tanggal 24 Juli 2025 pukul 07.00 WIB, jumlah penjualan SBR014 telah tercatat sebesar Rp 3,9 miliar.
Berdasarkan data mitra distribusi Bareksa, seri tenor dua tahun (SBR014T2) telah menyerap dana sebesar Rp 3 triliun atau 30,02% dari total kuota nasional.
Selama masa berlaku empat tahun (SBR014T4), dana yang terkumpul mencapai Rp 912 miliar atau 18,25 persen. Oleh karena itu, tersisa angka kuota nasional masing-masing yaitu Rp 7 triliun untuk jangka waktu dua tahun serta Rp 4,09 triliun untuk jangka waktu empat tahun.
Henny Eugenia, General Manager Divisi Wealth Management PT Bank Negara Indonesia Tbk ( BBNI atau BNI, melihat penjualan SBR014 mengalami perkembangan yang baik karena sifat dari produk tersebut yang menarik.
Ini adalah instrumen yang cukup aman karena didukung oleh pemerintah, bunga yang ditawarkan bersaing, serta memiliki berbagai fitur yang tersedia early redemption ,” ujar Henny kepada RB NEWS.co.id, Jumat (18/7).
Henny menyebutkan bahwa pesanan untuk SBR014 via BNI sudah mencapai sebesar Rp 113 miliar. BNI berencana menjual sampai dengan nilai Rp 1 triliun pada periode peluncuran ini.
Di sisi lain, Wakil Presiden Eksekutif Departemen Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial PT Bank Central Asia Tbk ( BBCA ) Hera F. Haryn mengatakan bahwa sekitar 70% pesanan yang masuk ke BCA berasal dari jangka waktu dua tahun. Pada tanggal 17 Juli 2025, jumlah pesanan via BCA telah mencapai Rp 700 miliar.
SBR014 menawarkan kupon floating with floor , kupon yang dapat naik mengikuti BI rate namun tidak turun di bawah tingkat awal.
SBR014T2 memberikan diskon sebesar 6,25% setiap tahunnya, sedangkan SBR014T4 bernilai 6,35% per tahun. Periode pemesanan akan berakhir tanggal 7 Agustus 2025.
Ni Putu Kurniasari, Direktur Investasi di Bareksa, menganggap pengurangan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia sebagai sebuah kendala terhadap penjualan Surat Berharga Negara.
"Minat para investor mungkin beralih ke aset yang lebih proaktif," ujar Putu. Meskipun demikian, dia tetap yakin akan pemesanan SBR014, khususnya karena tingginya permintaan untuk jangka waktu singkat.
Tonton: Pemerintah Akan Mengeluarkan Kebijakan Terbaru tentang Umur Pensiun serta Penyaluran Dana yang Tidak Digunakan
Cara investasi SBR014
Hanya membutuhkan dana sebesar Rp 1 juta untuk berinvestasi dalam SBR014. Berikut langkah-langkah melakukan investasi obligasi ritel SBR014:
1. Registrasi
Pendaftaran dalam investasi Sukuk Ritel SBR014 bisa dilakukan kapan saja, termasuk sebelum periode pemesanan SBN Ritel dimulai. Investor potensial dapat melakukan registrasi melalui sistem digital yang tersedia dari Mitra Distribusi (Midis) dengan memasukkan informasi seperti data pribadi, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana serta nomor Rekening Surat Berharga. Pendaftaran untuk produk Sukuk Ritel SBR014 bisa diakses selama waktu tertentu, bahkan sebelum masa pembelian SBN Ritel dibuka. Pemodal berminat dapat mendaftar lewat platform elektronik milik Mitra Distribusi (Midis), dengan menyertakan beberapa dokumen penting seperti identitas diri, kode SID (Single Investor Identification), nomor rekening dana, dan nomor rekening surat berharga. Investor dapat melakukan proses daftar ulang terhadap Sukuk Ritel SBR014 kapan pun, meskipun belum tiba waktunya pengajuan SBN Ritel. Untuk itu, calon pemegang saham perlu mengisi formulir secara online via sistem electronic yang ditunjuk oleh Mitra Distribusi (Midis), lengkap dengan detail personal, angka SID (Single Investor Identification), nomor akun dana, maupun akun sekuriti.
Calon investor yang masih belum mempunyai nomor SID, rekening dana, maupun rekening surat berharga bisa menghubungi Midis. Single Investor Identification (SID) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal merupakan kode unik yang dikeluarkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yaitu institusi yang bertugas sebagai penyimpan dan penyelesaian efek.
2. Pemesanan
Setelah proses pendaftaran berhasi, para calon investor harus membeli surat utang ritel SBR014 setelah terlebih dahulu mengikuti aturan yang tertuang dalam Memorandum Informasi. Pembelian hanya bisa dilakukan selama periode peluncuran surat utang ritel SBR014 tersebut.
3. Pembayaran
Setelah pesanan dikonfirmasi (verified order), calon investor akan menerima kode pembayaran (billing code) terkait pembelian surat utang ritel SBR014 via email atau SMS sesuai aturan dari setiap mitra distribusi. Kode tersebut dapat digunakan untuk melakukan transfer dana investasi melalui Bank Persepsi (kasir, mesin ATM, perbankan online, aplikasi seluler)/Pos/Kantor Jasa Keuangan lainnya dalam jangka waktu tertentu.
4. Konfirmasi
Setelah melakukan pembayaran, calon Investor akan mendapatkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN), pemberitahuan pesanan selesai, dan akan menerima alokasi Sukuk Ritel SBR014 pada hari penyelesaian atau peluncuran produknya. Setelah proses penyelesaian dilakukan, pemodal bisa mengajukan Surat Tanda Pembelian Sukuk Ritel SBR014 ke mitra distribusi yang bersangkutan.
Mitra distribusi SBR014
Warga yang tertarik berinvestasi dalam SBR014 kini bisa melakukan pendaftaran dengan menghubungi mitra distributor resmi yang menyediakan layanan pesan beli secara langsung via sistem digital, yakni:
-
Perusahaan Bank Central Asia Tbk
- Perusahaan Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
- Perusahaan PT Bank CIMB Niaga Tbk
- Perusahaan PT Bank OCBC NISP Tbk
- PT Bank Panin Tbk
- Perusahaan Perbankan Danamon Indonesia Tbk
- PT Bank Permata Tbk
- PT Bank DBS Indonesia
- Perusahaan Perbankan BUMN PT Bank Tabungan Negara (PERSERO) Tbk
- PT Bank HSBC Indonesia
- PT Bank UOB Indonesia
- Perusahaan Bank Mandiri (Persero) Tbk
- Perusahaan Perbankan Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
- Perusahaan Terbatas Bank Maybank Indonesia
- Bank Victoria Internasional Tbk
- PT Bank Mega Tbk
- Standard Chartered Bank, Indonesia
- PT BRI Danareksa Sekuritas
- PT Phillip Sekuritas Indonesia
- PT BNI Sekuritas
- Perusahaan Sekuritas Trimegah Indonesia Tbk
- PT Mandiri Sekuritas
- PT Bareksa Portal Investasi
- Perusahaan Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
- PT Bibit Tumbuh Bersama
- PT Star Mercato Capital (Tanamduit)
Tonton: Setelah Ditetapkan Sebagai Terdakwa, Imigrasi Larang Riza Chalid Keluar Negeri Sesudah Dijadikan Tersangka, Pihak Imigrasi Mencegah Riza Chalid Berwisata Ke Luar Negeri Berkas Kasusnya Sudah Jelas, Imigrasi Blokir Perjalanan Internasional Riza Chalid Kemudian Menjadi Tersangka, Petugas Imigrasi Menghentikan Riza Chalid Melakukan Perjalanannya Ke Negara Lain Setelah Diduga Bersalah, Otoritas Imigrasi Membatasi Kegiatan Riza Chalid Berkunjung Ke Luar Negeri Dengan Status sebagai Tersangka, Riza Chalid Dilarang Oleh Imigrasi Untuk Bertamasya Ke Luar negeri Tidak Boleh Lagi Berada di Luar Negeri Setelah Menjadi Tersangka, Demikian Aturan dari Imigrasi terhadap Riza Chalid Imigrasi Memberlakukan Pembatasan Perjalanan bagi Riza Chalid Pasca Penetapan sebagai Tersangka Sejak Dinobatkan sebagai Tersangka, Riza Chalid Tak Bisa Liburan ke Luar Negeri lagi Pascaditunjukkan Bukti Kesalahan, Imigrasi Melembagakan larangan Bagi Riza Chalid untuk bepergi keluar negri
Gabung dalam percakapan