Lulus Jadi Apoteker? Cek Apotek Desa, Bisa Jadi Jodoh Karier dan Bisnismu!

Setelah menyelesaikan studi program sarjana Farmasi, melanjutkan pendidikan profesi sebagai apoteker, lulus ujian UKAI serta memiliki ijazah dalam genggamanku, sumpah apoteker pun telah kupersembahkan... tetapi pekerjaan? Masih tertunda oleh pihak HRD. Kau tidak sendiri, teman dekatku. Banyak apoteker baru saat ini yang justru tersandung di ruang tunggu yang disebut "lowongan kerja", semakin sempit dengan persaingan yang sangat ketat. Padahal, ada kesempatan kerja yang sering kali dilewatkan: Apotek Desa.

Ya, Apotek Desa! Program ini telah dilaksanakan dan berkembang menjadi unit bisnis dari Koperasi Desa (Kopdes) di berbagai daerah terpencil Nusantara. Yang menarik adalah, setiap Apotek Desa harus memiliki paling sedikit 1 (satu) Apoteker Penanggung Jawab (APJ). Ini bukan pilihan, melainkan ketentuan wajib. Dengan kata lain, setiap Apotek Desa membutuhkan minimum satu posisi pekerjaan untuk seorang apoteker. Bayangkan jika ada 5.000 desa yang aktif, maka akan tersedia 5.000 kesempatan kerja bagi apoteker yang siap bekerja di sana!

Apa masalahnya? Banyak desa mengalami kesulitan menemukan apoteker. Di sisi lain, lulusan terbaru cenderung memilih menantikan kesempatan di perkotaan, bersaing untuk posisi yang sudah padat. Celah ini justru menjadi peluang berharga bagi Anda yang memiliki visi: tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga ingin berkembang.

Maka APJ di Apotek Desa tidak berarti kamu kalah atau "mengorbankan karier untuk pulang ke desa". Malah sebaliknya—ini adalah peluang yang sangat bernilai bagi kamu:

Segera mendapatkan SIP (Surat Izin Praktik) dan langsung bisa menjalani praktek secara sah. Bangun sistem layanan dari awal sesuai dengan semangat idealmu. Memperoleh pengalaman nyata yang tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga kepemimpinan, pendidikan, manajemen persediaan, serta pelayanan dasar.

Yang paling sering terabaikan namun sangat penting adalah kemampuan untuk menciptakan basis pelanggan setia. Di perkotaan, pengunjung datang dan pergi dengan cepat. Namun di daerah pedesaan, kamu dapat menjadi orang yang dipercaya oleh masyarakat. Menjadi referensi bagi keluarga-keluarga. Menjadi wajah utama dari layanan apotek tersebut. Ketika suatu hari kamu ingin membuka praktek mandiri (PMA) atau meregukkan bisnis layanan milikmu sendiri? Kau sudah memiliki banyak pendukung. Sudah memiliki kepercayaan. Dan juga telah memiliki komunitas lokal yang mendukungmu.

Tidak berhenti di sana saja.

Jika kamu sensitif terhadap peluang, kamu juga dapat bekerja sama dengan para tokoh di desa—petani yang berhasil, koperasi yang aktif, serta wirausahawan setempat—untuk membangun gudang bersama. Sistem distribusi obat dan perlengkapan kesehatan akan menjadi lebih efektif. Apotek di pedesaan bisa saling mendukung, sedangkan sebuah gudang bersama bisa menjadi awal mula dari pusat penyedia fasilitas farmasi (PBF) berukuran kecil secara lokal. Bagimu sendiri, kesempatan ini bisa membawa kamu melampaui tugas sebagai petugas kesehatan biasa menuju posisi penting dalam struktur perekonomian desa.

Kerennya lagi, pola kerja ini bisa fleksibel. Bisa disesuaikan dengan jadwalmu. Bisa remote atau hybrid, sesuai kesepakatan dengan Kopdes. Yang penting kamu hadir, bertanggung jawab, dan memberikan impact.

Apotek Desa tidak hanya menjadi lokasi bekerja. Ini adalah lahan perkembangan. Lahan pengujian. Lahan untuk membuktikan kemampuan.

Mengapa harus menunggu di lokasi yang sudah padat, sementara bisa berkembang di area yang masih sepi?

So, buat kamu para apoteker muda, coba tengok peta. Lihat kampung halamanmu. Tanya ke dinas kesehatan atau koperasi setempat. Siapa tahu Apotek Desa di sana masih cari APJ. Dan siapa tahu... itu jodoh awal karier dan bisnismu yang selama ini kamu cari.

Karena kesehatan itu bukan hanya layanan. Tapi juga pemberdayaan. Dan apoteker punya peran besar di sana. Berdayakan Apoteker muda di Apotek Desa.