Kutai Barat Masuk Daftar Dana Endapan Terbesar, Bupati Frederick Edwin Beri Penjelasan

Kutai Barat Masuk Daftar Dana Endapan Terbesar, Bupati Frederick Edwin Beri Penjelasan

Dana Endapan Daerah di Kutai Barat Menjadi Perhatian

Dana endapan daerah di Kabupaten Kutai Barat yang mencapai angka Rp3,2 triliun kini menjadi perhatian publik setelah Kementerian Keuangan mengumumkan adanya dana mengendap sebesar Rp234 triliun secara nasional. Hal ini menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran terkait penggunaan dana tersebut.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, memberikan penjelasan untuk meluruskan informasi yang beredar. Ia memastikan bahwa dana tersebut bukan dana menganggur, melainkan bagian dari proses penyerapan anggaran yang sedang berlangsung. Menurutnya, dana tersebut masih dalam proses realisasi sesuai dengan rencana pembangunan daerah.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa ada 15 daerah di Indonesia yang memiliki dana endapan dengan realisasi belanja APBD kuartal III 2025 yang masih lambat. Kabupaten Kutai Barat termasuk salah satu daerah tersebut, dengan total dana endapan sebesar Rp3,2 triliun.

Frederick Edwin mengakui angka tersebut, namun ia menjelaskan bahwa sebagian besar dana masih menunggu proses penyerapannya. "Dana endapan senilai Rp3,2 triliun tersebut terdiri dari kas daerah sebesar Rp2,2 triliun yang menunggu penyerapannya," jelasnya.

Dana sebesar Rp2,2 triliun itu merupakan anggaran aktif yang tersimpan di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Bankaltimtara. Sementara sisanya, yaitu sebesar Rp1 triliun, merupakan Dana Treasury Deposit Facility (TDF) di Bank Indonesia (BI) yang hanya dapat digunakan dalam kondisi tertentu sesuai kebijakan Kementerian Keuangan.

"Namun dana tersebut bukan dalam bentuk deposito, sementara sisanya Rp1 triliun dalam bentuk TDF, Treasury Deposit Facility," tegas Bupati Frederick Edwin.

Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap terkumpulnya dana tersebut yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kutai Barat. Beberapa proyek infrastruktur saat ini tengah dalam proses pengerjaan, seperti Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) di Sungai Mahakam yang menghubungkan Kecamatan Melak dan Kecamatan Muok Manaar Bulatn.

Selain itu, terdapat jalan sepanjang 19 kilometer yang menghubungkan Kampung Ombau dan Kampung Menjelew, Pelabuhan Royoq, serta Kristen Center. Proyek-proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung perkembangan ekonomi daerah.

Frederick Edwin berharap proses penyerapan anggaran akan lebih cepat hingga akhir tahun ini. Ia menegaskan bahwa semua pihak terkait tetap bekerja keras untuk memastikan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.