Kampus LLDikti III Kalbe Gencarkan Edukasi Kesehatan di Bajawa

RB NEWS.CO.ID, JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) tetap memperkuat upaya pemerataan akses layanan kesehatan, termasuk bagi warga yang tinggal di daerah terpencil dalam negeri. Langkah ini dibuktikan dengan bantuan yang diberikan pada program KKN Tematik Merajut Nusantara yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III (LLDikti III).

Pelaksanaan KKN Tematik Merajut Nusantara akan digelar di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur dalam kurun waktu 10 hari, mulai tanggal 28 Juli sampai tahun 2025. Secara menyeluruh, program KKN Tematik Merajut Nusantara menitikberatkan perhatian pada sejumlah bidang seperti kesehatan, pendidikan, pengembangan usaha kreatif serta wisata.

Bantuan yang diberikan oleh Kalbe dalam program KKN Tematik Merajut Nusantara tampak dari kerja sama di bidang kesehatan. Selain itu, beberapa aktivitas akan diselenggarakan antara lain: sosialisasi pengelolaan tengkes (stunting), pencegahan penyakit diabetes, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pelayanan kesehatan.

"Seperti komitmennya yang tetap menjaga keberlanjutan bagi bangsa agar sehat bersama, Kalbe secara aktif memperkuat kerja sama dengan banyak pihak; para akademisi, pelaku usaha, pemerintah serta masyarakat. Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Merajut Nusantara di mana Kalbe ikut ambil bagian membuktikan bahwa berbagai elemen saling berkontribusi dalam memberdayakan kesehatan masyarakat, khususnya melalui peningkatan akses layanan kesehatan," ujar Abi Nisaka, Head of Corporate Sustainability Kalbe.

Sementara itu, SFD Arie Wibowo, Kalbe Corporate Sustainability Assistant Manager menyebut kegiatan KKN Tematik Merajut Nusantara menjadi wujud kedua pihak, baik Kalbe maupun LLDikti III dalam meningkatkan kualitas hidup serta menyehatkan masyarakat.

"Program KKN Tematik Merajut Nusantara sudah dijalankan sejak tahun 2018, bertujuan untuk mengajak para mahasiswa menjelajahi Indonesia, mengetahui keragaman budaya maupun tantangan yang ada. Akhirnya, mahasiswa bisa memberdayakan ilmu mereka guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Arie, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Program KKN Tematik Merajut Nusantara Tahun 2025.

Ketua KKN Tematik Merajut Nusantara 2018 menyinggung beberapa aktivitas yang dijalani peserta KKN dapat berkontribusi dalam mengurangi permasalahan kesehatan warga lokal.

Bangun Kerja Sama dengan Beragam Stakeholder Kerjasama Antar Lembaga dan Instansi Bekerja sama bersama berbagai pihak terkait Menciptakan Kemitraan dengan Berbagai Kalangan Melibatkan Banyak Pihak dalam Proses Kolaboratif Menjalin Hubungan Kooperatif dengan Berbagai Entitas Berkoordinasi Bersama Berbagai Faksi yang Terlibat Memperluas Jaringan Kerja Sama dengan Berbagai Partisipan Bergandengan Tangan dengan Berbagai Komunitas atau Organisasi Merancang Sinergi antar Berbagai Pelaku Utama

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Merajut Nusantara yang diselenggarakan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur adalah bentuk kerjasama antara beberapa lembaga, yaitu Lembaga Layanan Diklat dan Pengembangan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta, LLDikti Wilayah XV Kupang, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, serta Pemda Kabupaten Ngada. Totalnya ada 120 mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di Jakarta yang ikut dalam kegiatan tersebut.

“KKN Tematik oleh LLDikti Wilayah III ini sudah yang ketiga kalinya. Kegiatan sebelumnya dilakukan di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung, dan Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala LLDikti Wilayah III, Tri Munanto.

Tiga menyebutkan bahwa kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan diawasi oleh dosen, sebagai bentuk pendukung dalam melaksanakan penerapan salah satu Tridarma Pendidikan Tinggi, yakni Pengabdian kepada Masyarakat.

"Para dosen diwajibkan untuk melahirkan hasil dalam bentuk publikasi PkM. Sementara itu, mahasiswa dihitung sebagai SKS. Jumlah SKS yang diberikan bergantung pada kebijakan setiap universitas," ujar Tri.