Ini Beberapa Penyebab Mesin Overheat, No. 4 Paling Umum!

RB NEWS - Terkadang terjadi mesin kendaraan menjadi panas berlebih saat sedang digunakan.
Jadi, faktor yang menyebabkan panas berlebih bisa bermacam-macam, dan jika tidak secepatnya diperbaiki atau ditangani secara tepat, dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian-bagian penting di dalam mesin.

Lebih berbahaya lagi, mesin kendaraan bisa mengalami kerusakan parah akibat kemacetan atau yang biasa disebut bengkel sebagai "ngejim".

Pada saat mesin mengalami overheat, piston dapat terkunci, katup melengkung karena ekspansi termal, sehingga menyebabkan kepala silinder mengerut.
Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan mesin mengalami overheating, perhatikan hingga selesai!
1. Penutup radiator rusak atau tidak memenuhi standar spesifikasi .
Soal ini biasanya lantaran usia pakai, disebabkan komponen pada cap (tutup) radiator yang berbahan dasar karet, kondisinya sudah getas karena terkena panas coolant.
Akibatnya, tutup radiator tidak mampu mengontrol tekanan cairan pelumas pada bagian dalam radiator.
Apabila komponen tersebut akan digantikan, periksa apakah spesifikasi tutup radiator sesuai dengan yang tercantum dalam panduan pabrikan.
Bila tidak cocok, katup pada selang radiator tidak akan terbuka saat tekanan dalam radiato meningkat akibat suhu mesin yang tinggi.
Ini dapat mengakibatkan mesin terlalu panas akibat peredaran cairan pendingin yang tidak berjalan dengan optimal.

2. Radiator bocor atau tersumbat.
Ini biasanya disebabkan oleh korosi pada kisi-kisi radiator. Tak jarang dikarenakan radiator diisi oleh air selain ciaran khusus radiator (coolant).

Karena itu, kadar oksigen di dalam air jika bersinggungan dengan logam dapat memicu reaksi kimia yang menyebabkan perkaratan.
Akibat proses korosi, radiator dari bahan logam akan mengalami erosi dan berpotensi menimbulkan kebocoran.

Dalam kebocoran ini, cairan pendingin mengalir keluar hingga jumlahnya kurang untuk menurunkan suhu mesin mobil.

Jika cairan pendingin tidak dapat menjaga suhu mesin dalam jangka waktu tertentu, berarti mesin mengalami kondisi yang panas dan dapat menyebabkan overheating.
Jika telah mengalami kerusakan atau penurunan kinerja, radiator tidak lagi mampu mempertahankan suhu mesin secara optimal. Hal ini perlu segera dicegah.
Perbaikan atau layanan dapat diberikan, jika radiatornya terbuat dari logam tembaga di bagian kepala maupun ujungnya.
"Caranya juga bisa melalui las atau penggantian kepala," jelas Anwar Lubis dari bengkel Ridho, yang merupakan ahli perbaikan radiator di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Namun jika tangki air pada radiator kendaraan terbuat dari bahan plastik, tidak dapat diperbaiki melalui proses las. Akibatnya harus diganti saja.
Oh ya, selain kebocoran, saluran radiator yang mampet juga dapat memicu overheating pada mesin karena aliran cairan pelumas tidak mengalir dengan baik.
3. Kipas motor tidak berfungsi atau dayanya melemah .
Agar radiator dapat berfungsi dengan baik dalam menyerap panas, diperlukan aliran udara yang berasal dari kipas listrik.
Apabila kipas motor berhenti bekerja, maka tidak akan terjadi sirkulasi udara yang membantu mendinginkan cairan pendingin di radiator.
Oleh karena itu, suhu mesin tetap tinggi karena cairan pendingin tidak mampu menurunkan temperatur mesin tersebut.
Sebagai akibatnya, suhu dalam ruang pembakaran mesin tetap tinggi dan berpotensi menyebabkan kelebihan panas pada mesin tersebut.
Jika motor kipas atau motor fan dalam keadaan rusak atau tidak berfungsi secara maksimal, maka kemampuan kipas untuk mendinginkan radiator pun akan terganggu dan kurang efektif.
Beberapa tanda terjadi kerusakan pada kipas pendingin atau motor kipasnya tidak berfungsi dengan baik.
Yang paling terlihat jelas adalah lampu peringatan suhu mesin menyala, yang menandakan mesin mengalami overheating. Hal ini terjadi baik ketika kendaraan sedang dalam kemacetan maupun melaju lambat.
Tetapi suhu mesin kembali stabil (menurun) saat kendaraan berjalan dengan kecepatan lebih dari 50 km/jam.
4. Penggantian oli mesin terlambat dilakukan.
Minyak pelumas yang telah lama tidak diganti cenderung menguap akibat suhu tinggi dari mesin mobil.
Jika kita tidak rutin memeriksa tingkat minyak melalui pengukur minyak, kemungkinan besar mesin akan mengalami kurangnya pelumasan, sehingga menyebabkan gesekan berlebih di bagian-bagian dalam mesin.
Jadi, gesekan yang keras bisa menghasilkan panas dalam ruang pembakaran mesin.
Masih lebih berbahaya jika minyak mesin sudah habis (kosong), sehingga mesin mungkin sulit dinyalakan lantaran bagian dalam mesin saling melekat satu sama lain.
Kadang-kadang terlambat mengganti oli dapat memicu timbulnya endapan minyak, yang berpotensi menutup saluran pelumas.
Bila aliran minyak pelumas tersumbat, maka kemungkinan besar menyebabkan permukaan bagian-bagian mesin menjadi kasar, serta berisiko mengalami panas berlebih.
Gabung dalam percakapan