Waspadai Dampak Konflik Iran-Israel, DPR Minta Pemerintah Segera Ambil Tindakanantisipasi Ketidakstabilan Ekonomi Global

KMI News - Ketegangan saat ini antara Israel dan Iran yang semakin memburuk mengkhawatirkan dapat memberikan dampak negatif kepada bidang perdagangan energi serta investasi global, termasuk bisa saja berpengaruh pada kondisi ekonomi di Indonesia. Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah, mendorong pihak pemerintahan agar merancang strategi mitigasi yang matang guna menghadapi peningkatan konfrontasi militer di wilayah Timur Tengah.

"Kami sangat mudah dipengaruhi oleh dampak global, terlebih lagi dengan meningkatnya harga bahan bakar dan tekanan pada nilai tukar rupiah. Hal ini dapat menyebabkan pembesaran dari subsidi, mengundang inflasi, serta meredam kemampuan konsumen untuk berbelanja," jelas Charles Meikyansah saat diwawancara, Rabu (18/6).

Karena demikian, perselisihan antara Israel dan Iran telah berubah menjadi sebuah peperangan yang nyata. Ini terjadi usai Israel melakukan gempuran udara skala luas di atas lebih dari 12 titik penting di Iran dalam misi bernama Operasi Singa Yang Meraung, tanggal 13 Juni 2025. Balasan datang dari pihak Iran, mereka membalas dengan menggelar serangan bertajuk Operasi Janji Sejati III.

Charles berpendapat bahwa ketegangan di wilayah Timur Tengah bisa mengacaukan rute pendistribusian minyak seperti Selat Hormuz, hal ini tentunya memiliki dampak besar pada ekonomi global. Ia menyatakan, sebagaimana Indonesia merupakan negara importir minyak, akan menanggung resiko peningkatan tarif transportasi, beban tambahan pada neraca perdagangan, serta hambatan dalam menjaga kestabilan anggaran.

Di samping itu, ketidakstabilan di kancah global dapat menyusutkan minat berinvestasi dan menghalangi pertumbuhan bisnis. Akan tetapi, Charles percaya bahwa Pemerintah memiliki kemampuan untuk meredam tekanan dari luar negeri tersebut.

"Saya percaya pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto sudah mempersiapkan strategi tepat untuk merespons kesulitan ini," ujarnya dengan tegas.

Oleh karena itu, Charles berharap bahwa interaksi proaktif Presiden Prabowo dengan tokoh-tokoh global bisa membantu meredam tensi di antara Iran dan Israel. Di samping itu, tindakan antisipatif dari departemen serta institusi yang relevan siap untuk memitigasi efek potensial pada ekonomi dalam negeri.

"Tentu saja, kami berharap Kementerian yang relevan di bawah naungan Pemerintah akan menyusun strategi subsidi dengan sasaran yang akurat, memastikan bahwa defisit tetap dalam ambang yangaman, serta memberikan kejelasan mengenai arah kebijakan ekonomi untuk para pemain bisnis," tutupnya.