Profil Saudia Airlines: Pesawatnya Bawa Jemaah Haji RI Dalam Ancaman Bom

RB News , Jakarta - Pesawat Saudia Airlines SV-5726 menerima ancaman bom ketika sedang dalam transit. penerbangan Dari Jeddah, Arab Saudi, menuju Bandara Soekarno-Hatta, pada hari Selasa, 17 Juni 2025. Kedatangan penerbangan yang membawa sekitar 442 penumpang tersebut jemaah haji Kloter 12 dari embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) kemudian diarahkan menuju Bandara Kualanamu yang berada di Sumatera Utara.
“Pesawat kemudian melakukan pendaratan di Bandara Kualanamu sekitar pukul 10.44 WIB untuk menjalankan prosedur keamanan dan keselamatan,” kata Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Corporate Secretary Group Head PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Airports Anak Agung Ngurah Pranajaya dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 Juni 2025.
Lantas, seperti apa profil Saudia Airlines?
Profil Saudia Airlines
Melansir laman resminya, Saudia Airlines merupakan maskapai penerbangan yang memulai usahanya dengan satu pesawat bermesin ganda DC-3 (Dakota) HZ-AAX pada 1945. Pesawat itu adalah hadiah dari Presiden ke-32 Amerika Serikat (AS) Franklin Delano Roosevelt kepada Raja Arab Saudi Abdul Aziz.
Beberapa bulan selanjutnya, dua pesawat DC-3 lainnya dibeli. Saudia Airlines kini memiliki 142 armada pesawat, termasuk jet berbadan besar terbaru, meliputi Boeing 787-9, Boeing 777-268L, Boeing 777-300ER, Airbus A320-200, Airbus A321, dan Airbus A330-300.
Saudia Airlines menduduki peringkat ke-33 dalam daftar top 50 maskapai terbaik dunia pada 2024 menurut firma konsultasi valuasi merek global, Brand Finance. Nilai mereknya telah tumbuh sebesar 58 persen sejak 2021, dengan pertumbuhan tercepat keenam pada 2024, yaitu senilai US$ 797,4 juta atau sekitar Rp 12,7 triliun (asumsi kurs Rp 16.000 per dolar AS).
Berdasarkan laporan Brand Finance, Saudia Airlines mampu meningkatkan ranking kekuatan mereknya dari A menjadi A+. Maskapai itu kini menempati peringkat ke-3 sebagai merek maskapai penerbangan Timur Tengah terbaik pada 2024.
Di samping itu, Saudia Airlines berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Maskapai Paling Maju di Dunia versi Skytrax tahun 2024. Bersamaan dengan hal ini, maskapai nasional Arab Saudi juga dianugerahi sebagai Penyedia Makanan untuk Kelas Ekonomi Terbaik.
“Penghargaan ini menegaskan kembali dedikasi Saudia Airlines terhadap keunggulan dan komitmen kami dalam mencapai tujuan Strategi Nasional untuk Layanan Transportasi dan Logistik,” ucap Direktur Jenderal Saudia Group Engr. Ibrahim Al-Omar dalam keterangannya pada Selasa, 25 Juni 2024.
Sejarah Saudia Airlines
Hadiah pesawat DC-3 dari AS kepada Arab Saudi dilakukan setelah pertemuan bersejarah antara Franklin Delano Roosevelt dan Raja Abdul Aziz di Terusan Suez pada 14 Februari 1945. Pesawat DC-3 kala itu digunakan untuk rute penerbangan di Riyadh, Jeddah, dan Dhahran, serta mengangkut penumpang dan kargo.
Satu tahun setelahnya atau tepatnya pada tahun 1946, Saudia Airlines didirikan secara resmi sebagai entitas operasional dari Kementerian Pertahanan Kerajaan Arab Saudi. Lokasi bandaranya serta basis operasional awal perusahaan ini berada di Kandara, yang tidak jauh dari kota Jeddah. Di waktu bersamaan pula, penumpang haji disediakan transportasi udara menuju Jeddah berasal dari Lydda, Palestina, beserta beberapa wilayah lainnya.
Pada tahun 1947, dua pesawat Dakota tambahan dibeli dan operasi penerbangan berkala dimulai, termasuk rute lokal maupun internasional ke kota-kota seperti Cairo dan Damascus. Pada tanggal 14 Maret 1947, maskapai Saudia Airlines memulai layanan penerbangan domestik rutin pertamanya.
Joniansyah ikut berpartisipasi dalam penyusunan artikel ini.
Gabung dalam percakapan