Polda NTB Uji E-Teguran Humanis, Langkah Menuju Polri Modern

Inovasi Digital dalam Penguatan Disiplin dan Profesionalisme Polri
Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan era digital dengan meluncurkan inovasi terbaru berupa Aplikasi E-Teguran Humanis dan E-Tindakan Disiplin. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dan kedisiplinan internal serta memberikan dampak positif bagi pelayanan publik.
Uji Coba Live Simulasi Aplikasi Digital
Kegiatan uji coba live simulasi aplikasi ini dilaksanakan di Rupatama Polda NTB, dan dihadiri oleh Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, para pejabat utama (PJU) Polda NTB, serta sejumlah pejabat dari instansi Pemerintah Provinsi NTB. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakapolda NTB, yang menyampaikan bahwa aplikasi ini bukan sekadar alat teknologi, tetapi merupakan langkah nyata dalam membangun budaya disiplin dan akuntabilitas yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Hari Nugroho menjelaskan bahwa penerapan sistem digital ini adalah bagian dari upaya Polda NTB untuk menjawab tantangan era teknologi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menekankan bahwa kedisiplinan tidak hanya tentang teguran, tetapi juga tentang membentuk karakter profesional di setiap lini pelayanan kepolisian.
Digitalisasi dalam Pengawasan Personel
Karorena Polda NTB Kombes Pol. Susilo Setiawan menjelaskan bahwa uji coba aplikasi ini merupakan bagian dari tahapan menuju penerapan penuh sistem pengawasan digital di tubuh Polri. Aplikasi ini dirancang sebagai sistem pembinaan yang humanis, cepat, dan transparan. Harapannya, aplikasi ini dapat menekan angka pelanggaran disiplin serta mempercepat proses penegakan aturan internal.
Menurutnya, sistem digital ini memungkinkan proses teguran dan penindakan disiplin dilakukan secara terpadu, terdokumentasi, dan terukur. Dengan demikian, setiap pelanggaran dapat direspons lebih cepat tanpa mengorbankan prinsip keadilan dan edukasi bagi anggota.
Partisipasi Lintas Instansi
Selain itu, kegiatan simulasi juga diikuti oleh seluruh Polres dan Polresta jajaran Polda NTB melalui Zoom Meeting. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pejabat eksternal seperti Inspektur Provinsi NTB, Kepala Dinas Kominfotiksandi, Kepala Bappeda, Bakesbangpoldagri, dan BPKAD Provinsi NTB.
Kombes Susilo menekankan bahwa sinergi lintas sektor sangat penting karena digitalisasi pengawasan ini tidak hanya berdampak pada internal Polri, tetapi juga pada efektivitas pelayanan publik.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Menurut Kombes Susilo, kehadiran aplikasi ini bukan hanya alat kontrol internal, tetapi juga berorientasi pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Dengan sistem ini, masyarakat akan merasakan pelayanan yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Ia menjelaskan bahwa bukan hanya anggota yang disiplin, tetapi seluruh proses pelayanan publik juga akan meningkat. Kegiatan uji coba berjalan sukses dan mendapat apresiasi dari seluruh peserta.
Komitmen untuk Terus Berinovasi
Polda NTB berkomitmen untuk terus berinovasi dalam bidang digitalisasi pelayanan dan pengawasan kinerja. Test live hari ini menjadi momentum penting memastikan aplikasi siap digunakan secara operasional.
Ke depan, Polda NTB akan terus mengembangkan inovasi digital lainnya demi mewujudkan Polri yang presisi, profesional, dan terpercaya.
Gabung dalam percakapan