Formulasi B50 Dibuat Bersama BPDPKS, Bahlil: Harga Tidak Boleh Naik Terlalu Tinggi


Ruang Baca

Pemerintah Berupaya Menerapkan B50 Tanpa Menyebabkan Kenaikan Harga yang Signifikan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pihaknya sedang mencari formulasi agar penerapan campuran solar dan biodiesel sebesar 50 persen (B50) pada tahun 2026 tidak terlalu mahal. Ia menjelaskan, formulasi tersebut dibuat bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk memastikan bahwa penerapan B50 tidak memberikan beban biaya yang berlebihan.

"Jika B50 diterapkan, maka akan ada peningkatan biaya. Bahkan dari B35 ke B40 saja sudah terjadi perbedaan. Tapi itu wajar, saya sedang bersama BPDPKS mencari formula yang tepat. Boleh B50, tapi harganya jangan naik terlalu banyak. Saat ini kita sedang mencari celah agar bisa dijelaskan," ujarnya saat acara pemberian Penghargaan Subroto 2025 di Jakarta, Jumat (25/10).

Ia juga mengakui tantangan besar dalam penerapan B50, khususnya bagi kontraktor dan pengusaha tambang. Meski begitu, pemerintah tetap berkomitmen untuk mewujudkan rencana tersebut.

Capaian Implementasi B40

Sampai dengan September 2025, pemanfaatan biodiesel untuk kebutuhan domestik mencapai 10,57 juta kiloliter (KL) dari target produksi 15,6 juta KL.

Implementasi B40 sepanjang 2025 telah membantu menghemat devisa sebesar Rp 93,43 triliun. Selain itu, nilai tambah CPO meningkat sebesar Rp 14,72 triliun, serta menyerap tenaga kerja sebanyak 1,33 juta orang.

Selain itu, penerapan B40 juga berhasil mengurangi emisi karbon hingga 28 juta ton. Hal ini menunjukkan dampak positif dari program biodiesel terhadap lingkungan dan ekonomi nasional.

Insentif untuk Pengembangan Bioetanol

Sebelumnya, Bahlil menyatakan akan memberikan insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik etanol di Indonesia guna mendukung rencana mandatori bioetanol 10 persen (E10) pada tahun 2027.

"Pasti ada insentif. Bisa berupa tax holiday, kemudian pasarnya juga ada," katanya ketika diwawancarai setelah Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi beberapa waktu lalu.

Kemungkinan Investasi dari Brasil

Ia juga mengungkapkan adanya kemungkinan masuknya investor dari Brasil terkait pembangunan pabrik etanol. Namun, masuknya investor tersebut masih berada di tahap diskusi setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Brasil.

Target Bebas Impor Solar

Pemerintah juga telah memutuskan rencana untuk berhenti mengimpor solar pada semester II 2026. Keputusan ini diambil setelah implementasi B50 sebagai bagian dari strategi pengurangan ketergantungan pada impor energi.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan dan hemat biaya.