Enam Desa di Pesisir Jepara Menghadapi Ancaman Tenggelam akibat Abrasi

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan bahwa ada enam desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang berisiko terendam air karena adanya kenaikan permukaan laut dan faktor-faktor lainnya. abrasi Enam desa itu memerlukan sarung tahan ombak untuk mencegah bahaya erosi pesisir.
"Enam desa yang telah ditandai sebagai daerah berisiko tinggi terhadap erosi pantai menyebabkan banjir bandang, meliputi Desa Tanggultlare, Kalianyar, Panggung, Bulak Baru, Kedungmalang, serta Surodadi," jelas Witiarso sebagaimana dilansir. Antara , ketika menjalankan program "Ngantor di Desa" dengan mengunjungi Desa Menganti, Kecamatan Kedung, di Jepara, pada hari Selasa (17/6).
Dia menyatakan bahwa acara itu berfokus pada masalah penting yang mengancam daerah tersebut. pesisir Jepara, yakni abrasi pantai yang terus menggerus daratan dan mengancam keberadaan sejumlah desa di Kabupaten Jepara.
Saat ini terdapat beberapa dusun yang mengalami keadaan kritis. Sebagai contoh, Dusun Tlare di Desa Tanggultlare letaknya hanya sekitar 200 meter dari tepi laut.
- Investor dari China dan Korea Selatan Menunjukkan Minat Terhadap Proyek Dinding Laut Raksasa Di Pantura
- Jakarta Berencana Memanfaatkan Sisa Anggaran APBD untuk Pendanaan Giant Sea Wall
- Prabowo Ingin Bangun Giant Sea Wall Pantura Rp 1.298 T, Dari Mana Dananya?
"Prioritas kita pada program Ngantor di Desa kali ini adalah mengatasi erosi pantai. Kondisi desa Tanggul Tlare serta Bulak Baru sungguh menyedihkan dan berisiko terkikis oleh abrasi," katanya.
Witiarso secara langsung mengunjungi berbagai desa yang terancam abrasi guna memeriksa situasinya saat ini. Setelah itu, dia berencana menyampaikan laporannya ke pemerintahan nasional sehingga dapat memberi fokus istimewa pada daerah-daerah yang berisiko terendam tersebut.
"Weki membutuhkan tali aman pantai supaya kedua kampung ini tak lenyap," ujar Witiarso saat mengamati keadaan tepi laut Tanggultlare.
Dia menyajikan ide untuk membangun Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall yang bertujuan hingga ke wilayah Jepara guna menangani permasalahan erosi pantai itu.
"Semoga cepat disetujui dan diwujudkan oleh pemerintah pusat. Perkiraan anggarannya sedang kamihitung, kemungkinan dalam satu sampai dua minggu kedepan akan ada jumlah yang pasti," katanya.
Sejumlah Penduduk Telah Direlokasi
Petinggi Desa Tanggul Tlare Kosnadi menyatakan bahwa ancaman erosi pantai di daerahnya sudah menjadi masalah lama.
"Permasalahan erosi dimulai pada tahun 1988. Terdapat dusun yang dulunya berada sejauh dua kilometer dari tepi laut, tetapi saat ini telah mengalami erosi dan warganya harus diungsikan. Pada waktu tersebut, kurang lebih 150 kepala keluarga pindah," katanya.
Pada saat ini, desa paling terpencil berjarak hanya kira-kira 200 meter dari tepi laut. Bila tak dilakukan intervensi yang memadai, diyakini bahwa dalam satu dasawarsa mendatang Desa Tanggultlare bakal benar-benar tenggelam.
"Warga di desa tersebut mencakup sekitar 250 keluarga yang terdiri dari 750 orang. Kami menginginkan adanya tindakan spesifik misalnya membangun pagar pesisir atau benteng ombak untuk mencegah erosi," katanya.
Gabung dalam percakapan