Setelah Arsenal Terjatuh di Liga Inggris, Mikel Arteta Fokus pada Laga Melawan PSG di UCL
Ruang Baca News - Bencana melanda Arsenal setelah kalah dalam laga Liga Inggris yang digelar, Sabtu (4/5/2025) malam.
Bertanding di hadapan publik sendiri di Emirates Stadium, Arsenal tumbang dengan skor tipis 1-2 atas Bournemouth.
Arsenal juga menjadi korban comeback alias kebangkitan Bournemouth di laga ini.
Penyebabnya, Arsenal sebenarnya bisa unggul terlebih dahulu.
Mereka membuka keunggulan pada menit ke-34.
Adalah Declan Rice yang membawa Arsenal unggul.
Dia menggunakan umpan dari Martin Odegaard dengan tepat.
Skornya berubah jadi 1-0 untuk keuntungan Arsenal.
Kesulitan menimpa The Gunners di paruh kedua.
Bournemouth yang memacu kecepatan setelah tertinggal pada akhirnya berhasil mendapat dorongan tersebut.
Di menit ke-67, Dean Huijsen berhasil memasukkan namanya ke dalam papan skor.
Pembela muda yang tengah bersinar tersebut berhasil mengklaim kemenangan dalam pertarungan mencetak gol melawan gawang Arsenal.
Skor menjadi 1-1.
Penutupan musim untuk Arsenal datang tidak lama kemudian.
Pada menit ke-75, gawang The Gunners sekali lagi jebol.
Evanilson lah kali ini yang menyebabkan The Gunners tumbang di hadapan pendukung mereka sendiri.
Gol tersebut menjadikan Bournemouth memimpin 1-2.
Ape sekali, The Gunners tidak mampu menambahkan skor lagi.
Mereka tetap menghadapi hambatan walaupun telah menerapkan sejumlah perubahan.
Kedatangan Raheem Sterling dan Ethan Nwaneri tidak membawa perubahan pada performa Arsenal.
Hal ini mengakibatkan Arsenal menelan kekalahan berturut-turut di setiap kompetisi yang mereka ikuti.
Jika termasuk Liga Champions, tim Mikel Arteta baru saja mengalami dua kekalahann berturut-turut.
Dalam lima pertandingan terakhir, Arsenal hanya mampu meraih dua kemenangan.
Mikel Arteta sebagai pelatih perlu berpikir keras untuk mencari lagi formula menghidupkan kembali performa timnya.
Tentu saja kini mereka tidak bersaing untuk memenangkan trofi Liga Inggris lagi.
Meski demikian, menutup musim di posisi yang lebih tinggi tetap menjadi tujuan.
Mereka yang berada di posisi kedua masih belum benar-benar terjamin.
Tim lain masih dapat mengejar mereka jika memulai untuk konsisten meraih poin penuh.
Arsenal saat ini hanya memimpin dengan selisih tiga poin dari Manchester City yang berada di posisi ketiga.
Arsenal berada di posisi ke dua dengan koleksi 67 angka.
Sementara itu, Manchester City mengejar di posisi ketiga dengan 64 poin.
Newcastle United pun masih memiliki kesempatan untuk menyalip.
Newcastle United berada di posisi keempat dengan total 62 poin.
Di samping itu, Arsenal saat ini juga harus menghadapi pertandingan semi-final Liga Champions lawan PSG.
Mikel Arteta menganggap bahwa kekalahannya adalah kesempatan untuk menyulut amarah dan meraih kemenangan ketika bertemu dengan PSG.
"itu tidak menghasilkan dorongan yang dibutuhkan. justru menimbulkan berbagai ketidakpuasan seperti kemarahan, frustasi, dan keletihan. mari kita alihkan hal tersebut menjadi energi positif untuk dipakai pada hari rabu. ini lah tindakan yang perlu kami ambil," ujar arteta terhadap premier league productions.
Sangat berharap untuk menghasilkan atmosfer yang menyenangkan. Dampak positif akan sangat berguna bagi kami dalam mewujudkan tujuan hari Rabu ini.
Sepanjang riwayatnya, baru terdapat dua tim yang mampu mencapai babak final meskipun mengalami kekalahan pada leg pertama di markas sendiri.
Tim-tim tersebut adalah Ajax Amsterdam pada tahun 1995-1996 serta Tottenham Hotspur di musim 2018-2019. Yang menjadi pertanyaannya, bisakah Arsenal mengikuti jejak mereka?
"Yang kita hasilkan saat ini adalah berbagai macam kemarahan, amarah, kekecewaan, serta rasa tidak nyaman di perut," ujarnya.
Oleh karena itu, mari kita gunakan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya pada hari Rabu saat berada di Paris. Kami bertujuan untuk meraih kemenangan dalam laga ini dan maju ke babak final.
(Ruang Baca News/Tribunnews.com/Bolasport.com)
Gabung dalam percakapan