Gempa Laut Magnitudo 5,1 Mengguncang Sulawesi Utara Dini Hari Rabu 9 April 2025, Info BMKG
Jogjandroid Blog Berikut adalah informasi mengenai gempabumi terbaru hari ini di daerah Tahuna Kep. Sangihe, Sulawesi Utara, pada Hari Rabu, 9 April 2025.
Menurut informasi dari Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Guncangan itu memiliki kekuatan 5,1 pada skala magnitudo dan terjadi di perairan.
Sesuatu terjadi di daerah Sulawesi Utara tepatnya pada pukul 02:25 WIB atau 03:25 WITA.
Pada saat yang sama, pusat guncangan terletak di ketinggian 12 kilometer.
Episenter dari guncangan gempa terletak di titik koordinat 4.64 derajat lintang utara dan 125.09 derahat bujur timur.
Berlokasi tepat di perairan 122 kilometer sebelah barat laut Kota Tahuna, Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.
Berikut adalah informasi yang disebarkan oleh BMKG.
" Guncangan Gempa Magnitudo: 5.1 pada tanggal 09 April 2025 pukul 02:25:55 WIB dengan lokasi koordinat 4.64 LU, 125.09 BT (berada sejauh 122 km baratlaut dari Tahuna-Kep.Sangihe-Sulut). Ketebalan hiposentrum mencapai 12 kilometer.
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan,
sampai dengan hasil analisis data masih belum tetap dan dapat berbeda sewaktu-waktu tergantung pada kecukupan datanya. dikutib dari X BMKG.
Berikut Adalah Penjelasan Terperinci Tentang Skala MMI
Skala MMI I-II
TIDAK DIRASAKAN (Not Felt) Tidak terasa bagi sebagian besar orang atau bahkan tidak dirasakan sama sekali, namun dapat direkam melalui instrumen khusus.
Skala MMI III-V
Dipersebar luaskan kepada publik namun tidak menyebabkan kerugian.
Barang-barang ringan yang tergantung goyang dan jendela kaca berdebar.
Skala MMI VI
Kerusakan Ringan (Minor Damage): Komponen-komponen dari bangunan yang tidak termasuk struktural menunjukkan dampak minimal, misalnya terdapat retakan halus di tembok, atap gelombang turun posisinya serta beberapa bagian telah jatuh.
Skala MMI VII-VIII
Kerusakan Sedang (Rusak Menengah) Berbagai retakan muncul di tembok struktur dasar, bagian dari dinding runtuh, dan beberapa jendela berantakan karena kacanya yang pecah.
Beberapa plaster pada dinding telah terlepas. Mayoritas atap yang berbentuk genting sudah bergeser ke bawah atau bahkan ambruk.
Kerusakan pada struktur bangunan berkisar antara ringan hingga sedang.
Skala MMI IX-XII
Kerusakan Berat (Rusak Parah). Mayoritas tembok struktur tetap hancur dan jatuh.
Konstruksi gedung rusak parah. Jalur kereta api bengkok. (*)
(Jogjandroid Blog)
Gabung dalam percakapan