Ketakutan Pengamat: Jika Marc Marquez Tak Terkalahkan di Ducati, Apa yang Bakal terjadi pada MotoGP?
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, menyoroti kinerja impresif Marc Marquez sejak menjadi bagian dari tim Ducati di dua balapan awal musim ini.
Marc Marquez sekali lagi menampilkan performa superior bersama tim pabrikan Ducati di ajang MotoGP Argentina 2025 yang terjadi minggu lalu.
Pembalap yang memiliki julukan Baby Alien itu tetap sulit dikalahkan saat menunggangi motor Desmosedici GP25 di sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina.
Mengapa tidak? Marquez mengamankan prestasi luar biasa dengan meraih pole position serta memenangkan sesi sprint race dan perlombaan utama.
Hasil tersebut memperkuat posisi pemegang delapan gelar juara dunia di pucuk klasemen sementara MotoGP 2025 setelah ia tampil dominan di seri awal.
Dengan meraih dua kemenangan di both sprint dan main race, Marquez mengumpulkan total 74 poin, menjadikannya unggul 31 poin atas rekan setimnya, Francesco Bagnaia.
Permainan dominan Marc Marquez di dua putaran awal musim ini juga menarik perhatian pembaca MotoGP ternama, Carlo Pernat.
Orang Italia tersebut mengungkapkan pujiannya terhadap Marquez usai balapan di Grand Prix Argentina, dimana Marquez sekali lagi menunjukkan dirinya susah untuk ditandingi bahkan oleh pesaing seperti Bagnaia.
Bukan hanya dia saja, Marco Marquez'adik, Alex Marquez yang berlaga untuk tim Gresini Racing, turut memperoleh penghargaan dari Pernat.
Kini Marquez bersaudara tampak telah menguasai lintasan dalam kompetisi kelas utama MotoGP paling tidak selama dua race pertamanya.
"Untuk GP Argentina, semua yang dapat saya sebutkan ialah Marc Marquez tampil sebagai pahlawan, sedangkan kakaknya pun menampilkan performa luar biasa," ungkap Pernat, seperti dikutip dari GPOne.
Kedua saudara ini menguasai MotoGP saat ini sama seperti yang diperankan oleh Ducati.
Ayo kita kembali ke masa lalu, lima posisi pertama adalah milik Ducati, menurut pendapat saya banyak perubahan dibandingkan dengan musim sebelumnya.
"Walaupun telah memberikan beberapa koncesi, dana yang disuntikkan oleh Aprilia, Yamaha, dan Honda tetap dilanjutkan, namun sangat disayangkan bahwa KTM mengalami kesulitan finansial," tambahnya.
Pada kesempatan serupa, orang yang pernah jadi pembalap manajer Valentino Rossi tersebut juga menyampaikan dampak negatif ketika Marc Marquez tampil sangat superior di lintasan.
Ya, Pernat menganggap bahwa dominasi Marquez akan menjadikan persaingan menjadi monoton karena terlalu sulit untuk dikejar oleh pesaing lainnya.
"Percayalah, apabila persaingannya terus seperti ini niscaya Turnamen bakal mengalami perubahan," jelas Pernat.
"Sangat menguntungkan bagi Marquez namun merugikan kompetisinya itu sendiri," imbuhnya.
Untuk Pernat, situasi tersebut tak dapat dicegah karena keberadaan bakat luar biasa Marquez bersama dengan kinerja motor yang menakjubkan dari Ducati.
Selanjutnya, Pernat juga menyatakan bahwa Marquez sudah melewati beberapa perubahan, terutama dalam hal cara berkendara yang sekarang menjadi lebih rapi.
Pernat mengatakan, 'Dia memang sudah kembali, dia berubah menjadi Marquez seperti sedia kala, karena ia telah banyak berlatih untuk kebugaran tubuhnya,'.
Saat Anda meletakkan fenomena seperti Marquez pada sepeda motor terbaik, maka saya rasa tak akan ada hasil yang berbeda kecuali ini.
"Bila diperhatikan, Marquez tidak lagi banyak jatuh, ia kini berlomba dengan sangat rapi," tambahnya.
Gabung dalam percakapan