Grup yang Wajib dan Tidak Wajib Konsumsi Vitamin D, Simak Daftar Berikut
RB NEWS - Vitamin D dapat meningkatkan kekebalan tubuh, namun tidak semua individu memerlukan asupan tambahan berbentuk suplementasi untuk hal tersebut.
Vitamin D dapat diperoleh dari sumber makanan alamiah seperti ikan berminyak, kuning telur, produk susu, hati sapi, serta jamur.
Di samping itu, vitamin D dapat diproduksi oleh tubuh saat terkena cahaya Matahari. Karena alasan tersebut, kadang-kadang nutrien ini dikenal pula sebagai "vitamin surya".
Sebagian individu dengan defisiensi vitamin D dipaksa untuk meminumnya secara tambahan dalam bentuk suplemen.
Maka, siapakah yang sebaiknya serta tidak perlu mengkonsumsi suplementasi vitamin D?
O zat-zat yang penting dan kurang penting untuk dikonsumsi dalam bentuk suplemen vitamin D
Dikutip dari Time, Grup orang yang harus meminum suplementasi vitamin D meliputi individu dengan berbagai gangguan kesehatan.
Grup orang itu terdiri dari mereka yang mengalami gangguan penyerapan nutrisi seperti penyakit Celiac serta penderita osteoporosis.
Mereka yang minum obat untuk penyakit tuberculosis serta orang-orang setelah melaksanakan tindakan bedah bypass Juga harus meminum suplementasi vitamin D.
Namun, untuk orang lain selain yang telah disebutkan sebelumnya, tak ada alasan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D terlebih lagi dengan cara rutin.
Sebab itu, suplemen biasanya mengandung kadar vitamin D yang lumayan tinggi. Akibatnya, individu bisa mendapatkan jumlah vitamin D melebihi kebutuhan sehari-hari mereka.
Memakan vitamin D terlalu banyak bisa mengakibatkan pengendapan kalsium di urin.
Sebagaimana telah disebutkan, vitamin D dapat meningkatkan penyerapan kalsium dengan efektif. Namun, jika ada kelebihan kalsium, hal itu bisa menimbun dalam ureter atau ginjal dan berpotensi menyebabkan pembentukan batu ginjal.
Biasanya, 600 satuan internasional (SI) vitamin D sudah mencukupi bagi sebagian besar orang dewasa yang memiliki kesehatan baik.
Selanjutnya, dianjurkan untuk tidak melebihi konsumsi 4.000 IU vitamin D per hari demi mencegah kemungkinan dampak negatif yang bisa timbul.
Manfaat vitamin D
Dilansir dari StanfordLongevity, berbagai manfaat vitamin D sebagai berikut:
1. Membantu memperkuat sistem imun
Vitamin D dikenal memiliki fungsi vital dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau imunitas.
Sebab, vitamin D mampu melawan peradangan serta infeksi yang bisa memicu peningkatan risiko kanker dan diabetes.
Di luar itu, vitamin D juga berperan dalam memerangi penyakit autoimun atau situasi di mana sistem imunitas individu justru menyerang tubuh mereka sendiri.
2. Mendukung kesehatan tulang
Vitamin D memiliki peranan vital dalam merawat keutuhan struktur kerangka kita melalui proses penyerapan kalsium serta fosfor, yakni zat-zat pembentuk tulang manusia.
Dalam suatu tahap, zat-zat Mineral tersebut diserap oleh tulang guna menjaga ketahanan strukturnya tetap stabil dan padat.
Apabila kandungan vitamin D kurang cukup, dapat mengakibatkan kelemahan pada tulang serta menambah resiko terkena osteoporosis.
3. Mendukung kesehatan otot
Otot manusia perlu mendapatkan vitamin D supaya bisa bekerja dan tumbuh dengan optimal.
Vitamin D dapat memodifikasi rute sel yang berhubungan dengan kontraktil otot serta perkembangan sel.
Apabila terjadi defisiensi vitamin D, hal itu dapat menyebabkan lemahnya stamina tubuh serta timbulny rasa nyeri dan penipisan otot.
Gejala badan kurang vitamin D
Dikutip dari YaleMedicine, Berikut beberapa tanda-tanda bahwa tubuh mengalami defisiensi vitamin D:
- Sakit tulang
- Lebih peka terhadap perasaan nyeri
- Sering merasakan mati rasa di tangan atau kaki
- Otot mengalami kelemahan, khususnya di area lengan dan paha.
- Melangkah dengan tidak stabil akibat kelemahan otot panggul
- Kedutan atau tremor otot
- Nyeri otot
- Kejang otot
- Kaki yang lemas bisa terjadi akibat defisiensi vitamin D berat.
Apabila menemui beberapa tanda-tanda tersebut, lebih baik untuk berdiskusi dengan dokter guna memperoleh penanganan yang akurat.
Sebab itu, tanda-tandanya juga berhubungan dengan kondisi medis atau masalah kesehatan yang lain.
Gabung dalam percakapan