Disebut Lebih Sehat, Gula Aren Justru Memiliki 4 Efek Samping Tersembunyi ini
RB NEWS Siapakah yang tidak menyukai rasa manis pada makanan?
Bermacam-macam pengganti gula sebenarnya dapat ditemui ketika menikmati aneka makanan, seperti gula pasir, gula jawa atau gula merah, gula bubuk sampai gula aren.
Penggunaan dari perisa ini tergantung pada bagaimana cara menggunakannya.
Sebagai contoh, memasak sayur bening akan kurang tepat apabila menggunakan gula aren; sebaiknya gunakan gula putih atau gula pasir.
Walaupun terdapat banyak variasi, pada kesempatan ini Sajian Sedap akan menyampaikan informasi tentang gula jawa.
Gula yang satu ini memang kurang terkenal jika dibandingkan dengan gula jawa atau gula merah.
Sebenarnya, jika dilihat dari harganya, gula aren memang lebih pricey daripada gula jawa untuk porsi yang setara.
Wajar saja bila banyak orang lebih cenderung menggunakan gula merah daripada gula aren, walaupun kedua jenis gulanya memilikiwarna yang mirip,yaitu berwarna cokelat.
Meskipun kedua bahan dasarnya berbeda, yaitu gula aren dibuat dari getah pohonaren sedangkan gula jawa berasal dari getah pohon kelapa.
Gula aren sering kali dipandang sebagai pilihan yang lebih bermanfaat bagi kesehatan daripada gula jawa.
Tetapi Anda perlu berhati-hati karena gula aren ini juga memiliki dampak negatif.
Kemungkinan Dampak Negatif Mengonsumsi Gula Aren
Meskipun studi mengindikasikan bahwa gula aren bisa jadi pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan gula putih, gula merah, ataupun madu, penggunaannya masih perlu diperhatikan dan dikendalikan secara bijaksana.
Konsumsi gula aren secara berlebihan bisa menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan dan pastinya akan menganggu kondisi tubuh Anda sebagaimana yang dilansir dari WebMD.
1. Masalah jantung
Penelitian sudah mengidentifikasi ikatan yang signifikan antara pola makan berlebihan gula dengan peningkatan peluang kematian karena gangguan pada jantung.
2. Berat badan
Studi mengkonfirmasi bahwa konsumsi gula berlebih bisa memicu penambahan berat badan tak terkendali serta meningkatkan peluang Anda terkena obesitas.
Banyak studi pun mengindikasikan bahwa konsumsi gula bisa membuat kita mengonsumsi makanan secara berlebihan.
Orang yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk berbagai jenis penyakit kronis, termasuk diabetes.
3. Kerusakan gigi
Gula merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan kerusakan pada gigi.
Ini menggizi bakteri penghasil plak serta menaikkan derajat keasaman dalam rongga mulut Anda, kedua hal ini dapat merusak lapisan enamel pada gigi dan memicu terbentuknya lubang pada gigi.
Bakteri tersebut bisa pula memicu peradangan pada gusi seperti gingivitis, kondisi yang mampu mengakibatkan hilangnya gigi bila dibiarkan tanpa penanganan.
4. Peningkatan stres
Riset terkini menyatakan bahwa individu yang konsumsi makanannya banyak akan gula memiliki risiko lebih besar untuk menghadapi masalah kognitif, cemas, serta tekanan mental.
Saat anda menggantikan pemanis biasa di makanan Anda dengan gula aren, hal ini bisa memberikan manfaat bagi kesehatan asalkan tetap dalam batas wajar.
Namun, tetap ada resiko besar yang berkaitan dengan penyalahgunaan konsumsi gula.
Berbagai opsi yang lebih baik untuk rasa manis di bawah ini pun dapat menjadi pilihan.
1. Stevia
Ekstrak tanaman yang memiliki kalorinya adalah nol ini 200-300 kali lebih manis dibandingkan dengan gula reguler, namun tak setiap orang menyukai rasa tersebut.
2. Buah kering
Buah-buahan kering sering digunakan sebagai alternatif gula dalam berbagai hidangan panggang.
Walaupun memiliki kadar gula yang tinggi, buah-buahan ini menyimpan sejumlah besar serat, yang bisa membuat Anda merasa kenyang.
3. Buah segar
Buah-buahan memang mengandung gula secara alami, namun mereka memiliki kadar vitamin dan mineral yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemanis konvensional.
Jadi tetaplah bijak dalam mengonsumsi gula ya Sase Lovers!
Gabung dalam percakapan