6 Sayuran Berbahaya Jika Dimakan Mentah, Brokoli Termasuk!
RB NEWS Sayuran termasuk dalam kategori makanan tinggi serat dan sangat disarankan untuk dimakan.
Sebagai penyedia serat dan vitamin, sayuran malah harus dimakan dengan teratur.
Iya, selain buah-buahan, sayur-sayuran pun memiliki kandungan vitamin yang diperlukan oleh tubuh.
Seperti yang diketahui, tubuh tidak dapat menghasilkan vitamin secara mandiri dan oleh karena itu perlu mendapatkan pasokannya dari luar, termasuk melalui makanan.
Berikut ini adalah beberapa metode yang dapat Anda coba dalam memakan sayur-sayuran.
Pastinya Anda sudah sering mendengar bahwa proses memasak dapat mengurangi kandungan nutrisi dalam makanan Anda, terlebih lagi untuk sayuran.
Tetap baik jika sayurannya belum benar-benar masak.
Tetapi apakah Anda tahu bahwa tidak seluruh jenis sayuran benar-benar aman untuk dimakan dalam keadaan mentah?
Mengherankan saja, masakan ini menjadi jauh lebih bernutrisi setelah diproses memasaknya.
Seperti halnya daging dan telur, Anda cukup memakan sejumlah sayuran yang telah dimasak.
Menurut laporan dari Hindustan Times, pakar nutrisi Pooja Malhotra menjelaskan, "Sebagian sayuran bila dikonsumsi secara langsung tanpa diproses bisa memicu masalah pada sistem pencernaan. Selain itu, terdapat potensi keberadaan parasit di dalamnya."
Memanaskan atau memasak hidangan bisa membuat proses pencernaan lebih mudah serta berpotensi menyingkirkan parasit. Sebagian orang telah menyembuhkan gangguan pada sistem pencernaan sehingga harus menghindari konsumsi jenis sayur tertentu dalam keadaan mentah sepenuhnya. Tambahan pula, individu dengan kondisi seperti sindrom iritabilitas usus sebaiknya tidak mengonsumsi makanan tanpa dimasak terlebih dahulu.
Daftar 6 Jenis Sayur Yang Sebaiknya Jangan Dimakan Dalam Kondisi Mentah
1. Kentang
Kukus, panggang, atau uji metode masak yang lain, tapi hindari konsumsi kentang mentah.
Kentang memiliki pati yang tidak dapat dicerna dengan mudah.
Mengolah makanan dapat menguraikan pati agar lebih gampang untuk dicerna.
Kentang yang belum matang bisa mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan, misalnya bengkak perut.
Jika Anda menyimpan kentang mentah terlalu lama, maka kentang tersebut bisa berubah menjadi hijau dan muncul bintik-bintiknya.
Ini terjadi karena zat kimia bernama solanin.
Jangan sekali-kali memakan kentang dalam keadaan tersebut sebab bisa menimbulkan keracunan pangan.
2. Asparagus
Asparagus mengandung zat yang melawan sel kanker.
Mengonsumsinya dalam keadaan segar past sûr tidak akan membawa kerugian bagi Anda.
Tetapi, sebaiknya Anda mengolahnya lebih dulu.
Melalui metode ini, tubuh Anda akan dapat meresapkan nutrisi dari asparagus secara efisien.
3. Jamur liar
Tentu saja jamur sehat, tak bisa dipertanyakan.
Tetapi, memakannya secara langsung tanpa dimasak dapat memiliki efek negatif terhadap saluran cerna Anda.
Sasarannya dalam proses memasak ini adalah mencegah jamur mengganggu sistem pencernaan.
Beberapa tipe jamur bisa memiliki efek merugikan terhadap kondisi kesehatan Anda bila dimakan dalam keadaan belum matang.
Menyiapkan makanan dapat membantu menguraikan zat-zat berbahaya tersebut.
4. Terong
Jangan makan terong mentah.
Solanin, zat yang menyebabkan kentang menjadi berbahaya, juga ditemukan di dalam terong.
Terong muda ataupun terong yang diambil sebelum waktunya mengandung zat tersebut secara berlimpah.
Memakan terung yang belum matang bisa mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan serta keracunan solanin.
Agar menghindari kondisi tersebut, goreng terong Anda kemudian konsumsilah.
Dengan metode ini mereka menjadi lebih terlindungi.
5. Kembang Kol dan Brokoli
Sayuran hasil persilangan ini mungkin memiliki efek negatif pada sistem pencernaan Anda.
Mengukus secara perlahan atau menggoreng dengan menggunakan sedikit minyak bisa membantu menjadikannya lebih lunak dan mudah untuk dicernakan.
6. Bayam
Bayam sebenarnya tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam keadaan mentah.
Akan tetapi, proses memasak dapat mengaktifkan kandungan zat besi dan magnesium yang tersedia dalam makanan, menjadikannya pilihan yang lebih baik bagi kesehatan Anda.
Gabung dalam percakapan