4 Tips Menjaga Kelezatan Udang untuk Sahur Anda
RB NEWS - Metode cepat dalam persiapan hidangan sahur di bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan menggunakan bahan dari menu berbuka puasa. Contohnya ialah udang.
Beberapa hidangan udang seperti udang rebus, udang goreng tepung, udang bakar, sampai udang dengan telur asin senantiasa menjadi opsi masakan yang menggugah selera ketika berpuasa.
Sekali-kali, bila pemanasan dilakukan secara salah, struktur udang dapat menjadikannya keras dan rasa aslinya akan berbeda.
Untuk menjaga agar udang tetap enak sebagaimana ketika baru saja matang, terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan saat pemanasan ulangnya.
Cara hangatkan udang
Berikut ini merupakan empat metode sederhana dalam memanaskan udang supaya masih terjaga kelembutan serta kesegarannya ketika disantap pada waktu berbuka puasa:
1. Kecilkan api kompor
Ketika memanaskan udang, sangat penting untuk menggunakan api kecil. Bila Anda telah menyetel kompor dengan cara tertentu sebelumnya, lebih baik ikuti pendekatan tersebut ketika pemanasan ulangnya.
Memanaskan dengan api rendah akan mempermudah untuk menjaga struktur udang tetap lembut. Di sisi lain, apabila menggunakan api tinggi, suhu ekstra tersebut bisa menyebabkan udang menjadi keras serta hilangkan kesegarannya.
2. Suhu kamar dulu dicapai oleh udang sebelum dipanaskan.
Udang yang telah disimpan di dalam kulkas sebaiknya tidak langsung dipanaskan. Biarkan udang berada di suhu ruang terlebih dahulu sebelum mulai menghangatkannya.
Udang yang belum dipanaskan dari lemari es akan menghabiskan waktu lebih banyak agar suhunya menjadi seragam, hal ini bisa berimbas pada kekonsistensian dan rasa udang tersebut.
Dengan mengizinkan udang mencapai suhu kamar, proses pemanasannya akan menjadi lebih cepat dan hasil akhirnya pun jadi lebih baik.
3. Tuangkan larutan agar supaya udang tetap lembab dan tidak kering
Satu permasalahan umum yang muncul ketika memanaskan udang ialah udang jadi kering.
Agar mengatasinya, beri sejumlah kecil cairan seperti air kaldu atau mentega di panci ketika Anda memanasnya.
Zat cairan ini berfungsi untuk mempertahankan tingkat kelembaban udang agar tetap lembut dan tidak mengeras ketika dimakan.
4. Selalu perhatikan udang saat dimasak.
Udang tidak perlu waktu lama untuk dipanas lagi. Jadi, jangan biarkan udang ketika Anda tengah menghangatkannya.
Cek udang secara rutin agar tidak dimasak terlalu lama, sebab overcook bisa membuat teksturnya jadi alot.
Umumnya, udang cukup memerlukan waktu kurang dari 10 menit agar menjadi panas lagi dan siap dihidangkan.
Dengan menggunakan keempat tip tersebut, Anda tak perlu risau lagi jika udang menjadi keras ketika dipanaskan kembali. Sekarang, sisa makanan berbuka puasa masih dapat disantap pada waktu sahur tanpa mengorbankan cita rasanya atau kelembutan teksturnya.
Gabung dalam percakapan